Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Modul Pembelajaran Kurikulum Merdeka: Langkah-Langkah Praktis dalam Menyusun Modul Ajar

Modul Pembelajaran Kurikulum Merdeka: Langkah-Langkah Praktis dalam Menyusun Modul Ajar


Modul Pembelajaran Kurikulum Merdeka: Langkah-Langkah Praktis dalam Menyusun Modul Ajar

Kurikulum merdeka adalah salah satu inovasi dalam dunia pendidikan yang memberikan kebebasan kepada guru dan siswa untuk menentukan cara belajar yang sesuai dengan kebutuhan, minat, dan bakat mereka. Kurikulum merdeka juga mengutamakan pembelajaran yang berbasis pada kompetensi dan hasil yang diharapkan, bukan pada jam pelajaran atau materi yang harus dipelajari.

Salah satu perangkat ajar yang dapat digunakan dalam kurikulum merdeka adalah modul ajar. Modul ajar adalah bahan pembelajaran yang dapat dipelajari oleh siswa secara mandiri, dengan petunjuk yang jelas dan runtut. Modul ajar dapat berbentuk cetak atau digital, dan dapat disesuaikan dengan karakteristik, kompetensi, dan minat siswa di setiap fase.

Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah praktis dalam menyusun modul ajar untuk kurikulum merdeka, mulai dari mengidentifikasi hasil yang diharapkan, menentukan tolok ukur, hingga merencanakan pembelajaran.

Langkah 1: Mengidentifikasi Hasil yang Diharapkan

Langkah pertama dalam menyusun modul ajar adalah mengidentifikasi hasil yang diharapkan oleh guru. Hasil yang diharapkan ini meliputi standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pembelajaran.

Standar kompetensi adalah kriteria minimal yang harus dicapai oleh siswa dalam suatu mata pelajaran. Kompetensi dasar adalah kemampuan spesifik yang harus dimiliki oleh siswa dalam suatu mata pelajaran. Indikator adalah pernyataan yang menggambarkan tingkat pencapaian kompetensi dasar oleh siswa. Tujuan pembelajaran adalah pernyataan yang menggambarkan apa yang ingin dicapai oleh siswa setelah mengikuti pembelajaran.

Contoh:

Mata pelajaran: Bahasa Indonesia

Standar kompetensi: Mendengarkan

Kompetensi dasar: Menangkap makna pesan lisan sederhana dalam wacana interaksional

Indikator: Menjawab pertanyaan tentang isi wacana interaksional sederhana secara tepat

Tujuan pembelajaran: Siswa dapat menjawab pertanyaan tentang isi wacana interaksional sederhana secara tepat

Langkah 2: Menentukan Tolok Ukur

Langkah kedua dalam menyusun modul ajar adalah menentukan tolok ukur yang dapat diterima. Tolok ukur adalah bukti atau kriteria yang digunakan untuk menilai pencapaian tujuan pembelajaran oleh siswa. Tolok ukur dapat berupa tes tertulis, tes lisan, observasi, portofolio, proyek, atau produk kreatif.

Tolok ukur harus sesuai dengan tujuan pembelajaran dan indikator yang telah ditetapkan. Tolok ukur juga harus objektif, valid, reliabel, dan praktis. Tolok ukur harus mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

Contoh:

Mata pelajaran: Bahasa Indonesia

Tujuan pembelajaran: Siswa dapat menjawab pertanyaan tentang isi wacana interaksional sederhana secara tepat

Tolok ukur: Tes lisan berupa wawancara singkat dengan guru tentang isi wacana interaksional sederhana yang telah didengarkan oleh siswa

Langkah 3: Merencanakan Pembelajaran

Langkah ketiga dalam menyusun modul ajar adalah merencanakan pembelajaran. Rencana pembelajaran adalah uraian tentang kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Rencana pembelajaran harus mencerminkan prinsip-prinsip kurikulum merdeka, yaitu:

- Esensial: mengembangkan pemahaman konsep dari setiap mata pelajaran melalui pengalaman belajar dan lintas disiplin

- Menarik, bermakna, dan menantang: menumbuhkan minat belajar dan melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar; berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki sebelumnya sehingga tidak terlalu kompleks, namun juga tidak terlalu mudah untuk tahap usianya

- Fleksibel: memberikan ruang bagi siswa untuk memilih cara belajar yang sesuai dengan gaya, kecepatan, dan preferensi mereka

- Kolaboratif: mendorong siswa untuk bekerja sama dengan teman sebaya, guru, orang tua, dan masyarakat dalam pembelajaran

- Berkelanjutan: mengintegrasikan pembelajaran dengan kehidupan nyata dan masa depan siswa

Rencana pembelajaran harus mencakup beberapa komponen, yaitu:

- Materi pembelajaran: isi atau topik yang akan dipelajari oleh siswa

- Metode pembelajaran: cara atau strategi yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan materi pembelajaran

- Media pembelajaran: alat atau sumber yang digunakan oleh guru untuk mendukung proses pembelajaran

- Kegiatan pembelajaran: tindakan atau aktivitas yang dilakukan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran

- Evaluasi pembelajaran: proses pengukuran dan penilaian terhadap pencapaian tujuan pembelajaran oleh siswa

Contoh:

Mata pelajaran: Bahasa Indonesia

Materi pembelajaran: Wacana interaksional sederhana

Metode pembelajaran: Pendekatan komunikatif

Media pembelajaran: Rekaman audio, gambar, buku teks, lembar kerja

Kegiatan pembelajaran:

- Guru memperkenalkan materi pembelajaran dan tujuan pembelajaran kepada siswa

- Guru memutar rekaman audio berisi wacana interaksional sederhana antara dua orang tentang topik tertentu, misalnya hobi, liburan, atau sekolah

- Guru meminta siswa untuk mendengarkan rekaman audio dengan seksama dan mencatat poin-poin penting dari wacana tersebut

- Guru membagikan lembar kerja berisi pertanyaan-pertanyaan tentang isi wacana interaksional sederhana yang telah didengarkan oleh siswa

- Guru meminta siswa untuk bekerja secara berpasangan atau berkelompok untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan menggunakan kalimat lengkap dan benar

- Guru mengumpulkan lembar kerja dari setiap pasangan atau kelompok dan memberikan umpan balik tentang jawaban-jawaban mereka

- Guru memilih beberapa siswa secara acak untuk melakukan wawancara singkat dengan guru tentang isi wacana interaksional sederhana yang telah didengarkan oleh siswa sebagai tolok ukur pencapaian tujuan pembelajaran

- Guru memberikan apresiasi kepada siswa yang telah berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran dan memberikan saran untuk perbaikan jika diperlukan

Evaluasi pembelajaran:

- Guru menilai kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan tentang isi wacana interaksional sederhana secara tepat dengan menggunakan lembar kerja sebagai instrumen penilaian formatif

- Guru menilai kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan tentang isi wacana interaksional sederhana secara tepat dengan menggunakan tes lisan berupa wawancara singkat dengan guru sebagai instrumen penilaian sumatif

Demikianlah langkah-langkah praktis dalam menyusun modul ajar untuk kurikulum merdeka. Dengan modul ajar yang baik, guru dapat membantu siswa untuk merdeka belajar sesuai dengan potensi dan minat mereka. Semoga bermanfaat!